Anggota DPR Foto Pakai ‘APD’ di Gedung DPR, Warganet Geram dan Murka : 'Nyesel Pilih Mereka'!

Anggota DPR Foto Pakai ‘APD’ di Gedung DPR, Warganet Geram dan Murka : ‘Nyesel Pilih Mereka’!

Posted on
Loading...

Satgas Lawan Covid-19 DPR RI mendadak menuai sorotan di media sosial, selepas memamerkan foto berseragam alat pelindung diri (APD).

Terlihat sejumlah anggota Satgas Lawan Covid DPR tengah berdiri di depan lobi Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Loading...

Mereka mengenakan seragam putih dan sebagian di antaranya juga tampak memakai masker.

Satgas Lawan Covid-19 DPR lalu memamerkan pose mengepal tangan ke hadapan kamera.

“Tim #SatgasLawanCovid19 DPR RI menggunakan baju khusus standard medical. Dalam rangka membagikan bantuan berupa APD, Masker, dan Obat Herbal perdana ke RSD Wisma Atlet,” tulis @Satgaslawanco19.

Sayangnya, foto tersebut menuai kecaman dari warganet lantaran dinilai berlebihan memakai APD.

Pasalnya diketahui, tenaga medis Indonesia yang berjuang melawan virus corona. masih kekurangan APD

“Dear @DPR_RI foto selfie dengan memakai baju APD, sementara paramedis di seluruh nusantara berjibaku kekurangan APD. Your are all embarrassing and heartless (Kalian sangat memalukan dan tidak punya hati –red),” tulis @Hanifah933, seperti dikutip Suara.com, Kamis (16/4).

Kecaman itu lantas ditimpali oleh warga Twitter lainnya yang tak kalah memberikan sindirian menohok kepada Satgas Lawan Covid-19 DPR.

Seperti akun @dee_jacobus yang menuliskan, “Mereka makhluk-makhluk tidak relevan. Entah sampai kapan kita punya parlemen kelas jongkok begini. Hanya segelintir anggota perlemen yang benar-benar paham dan amanah”.

“Hahaha…bagus, pede amat. Yang di lapangan berjuang langsung, berhadapan dengan maut, mereka perlu selfie, ada yang buka masker, supaya terkenal,” timpal @FArmijin.

Sementara @winu_waluya menyebut, “Nyesel banget milih mereka…sumpah”.

“Di tengah-tengah kondisi memprihatinkan begini dagelan apa lagi yang kau pertontonkan wahai anggota dewan,” kata @marni_marsum.

Klaim dari DPR

Koordinator Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menjawab kritik dari netizen soal pihaknya yang berfoto, menggunakan alat pelindung diri (APD).

Ia menjelaskan, jika busana putih-putih itu, memang mirip dengan hazmat yang dibutuhkan tenaga medis dalam menangani pasien terinfeksi virus Corona.

Namun, Dasco mengklaim, seragam yang dipakai para anggota dewan itu, bukan APD yang biasa dikenakan para tenaga medis.

“Kebetulan Satgas seragamnya menyerupai APD. Kenapa dibilang menyerupai? Karena bahan standar yang kita pakai ‘kan bukan standar APD, yang kita sumbang, baru standar APD,” tuturnya, Rabu (15/4).

Satgas, lanjut Dasco, memang sengaja merancang seragam seperti itu, untuk menyesuaikan kegiatan.

Menurutnya, hal tersebut bukan masalah, karena setiap Satgas, biasa mengenakan seragam ketika bertugas.

Dasco pun mempertanyakan, mengapa Satgas DPR memakai APD di-permasalahkan, sedangkan jumlah APD yang di-sumbangkan lebih banyak, tak menjadi sorotan.

“Ramai gimana? Itu ‘kan APD, bukannya APD yang itu, itu ‘kan APD yang jenis sekali pakai yang kita bikin jadi seragam Satgas. Sementara kita nyumbang lebih banyak dari itu, dan kualitasnya lebih bagus,” ujarnya,

“Masa, kita pakai seragam Satgas 15 saja terus di-masalahin? Kita yang nyumbang lebih banyak, dan kualitas lebih bagus kok,” sambungnya, seperti dilansir Detik.

Deputi Hubungan Antar-Lembaga Satgas Lawan COVID-19 DPR, Melki Laka Lena, pun memberikan penjelasan.

Ia mengatakan, pemakaian APD itu, sesuai prosedur, demi antisipasi penularan Corona.

“Sesuai prosedur dan protokol kesehatan, Satgas DPR RI yang kunjungi RS Darurat Wisma Atlet, melihat kondisi lapangan harus memakai APD standar biasa untuk mencegah penularan,” kata Melki.

Pada foto yang beredar, anggota Satgas memang mengabadikan momen di gedung MPR/DPR.

Melki menyampaikan, saat itu rombongan Satgas ingin berangkat menuju RS Darurat Wisma Atlet.

Nah, kalau menurut kalian gimana? Tulis di komentar ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *