Banyak Dilakukan Namun Tak Tahu Asalnya, Ternyata Inilah Fakta Qunut pada Salat Witir di Bulan Ramadan!

Banyak Dilakukan Namun Tak Tahu Asalnya, Ternyata Inilah Fakta Qunut pada Salat Witir di Bulan Ramadan!

Posted on
Loading...

Selama bulan Ramadan, melaksanakan salat Tarawih dan juga Witir berjamaah merupakan nikmat tersendiri. Karena, di sini selain meningkatkan ibadah kepada Allah, kita juga bisa bertemu dengan teman atau orang yang dekat dengan kita –kalau mereka salat di masjid yang sama. Belum lagi, bisa berkenalan dengan banyak orang pula.

Nah, selama salat Witir, di pertengahan bulan (malam ke 16) biasanya imam akan mulai membaca doa qunut dalam rakaat terakhir salat. Hal ini perlu kamu catat, karena sering sekali terjadi kesalahan berupa buru-buru ingin sujud, padahal masih ada doa qunut. Untuk apa ya adanya qunut ini, mengapa tak dilaksanakan sedari awal Ramadan? Nah, simak penjelasannya di bawah ini ya!

Loading...

Kebiasaan yang sudah berlangsung sejak lama

Membaca doa qunut pada akhir salat witir ini bukanlah sesuatu yang baru. Kebiasaan tersebut sudah berlangsung lama, sejak masa sahabat Nabi sampai sekarang. Dikisahkan bahwa Ubay Ibn Ka’ab, Umar Ibn Khatab, dan beberapa sahabat lainnya membaca qunut di akhir salat witir setelah separuh Ramadan. Dalam mazhab Shafi’iyah, membaca doa qunut witir disunnahkan ketika separuh akhir dari bulan Ramadan saja. Pendapat ini sudah disetujui secara masyhur.

Tak hanya berlaku saat salat Witir saja

Ibnu Taimiyah menyebutkan pendapat para ulama terkait dengan doa qunut ini. “Hakekatnya, qunut witir adalah sejenis do’a yang dibolehkan dalam salat. Siapa yang mau membacanya, silakan. Dan yang enggan pun dipersilakan. Sebagaimana dalam salat witir, seseorang boleh memilih tiga, lima, atau tujuh raka’at semau dia. Begitu pula ketika ia melakukan witir tiga raka’at, maka ia boleh melaksanakan 2 raka’at salam lalu 1 raka’at salam, atau ia melakukan tiga raka’at sekaligus. Begitu pula dalam hal qunut witir, ia boleh melakukan atau meninggalkannya sesuka dia” (Majmu’ Al Fatawa, 22: 271).

Bolehkan dilaksanakan sepanjang bulan Ramadan?

Lalu pertanyaannya, bolehkah doa qunut dibaca di sepanjang salat Witir saat bulan Ramadan? Masih melanjutkan perkataan Ibnu Taimiyah di atas, “Di bulan Ramadan, jika ia membaca qunut witir pada keseluruhan bulan Ramadan, maka itu sangat baik. Jika ia berqunut di separuh akhir bulan Ramadan, itu pun baik. Jika ia tidak berqunut, juga baik.” (Majmu’ Al Fatawa, 22: 271)”. Jadi tak ada masalah jika memang mau dilakukan sedari awal puasa. Namun, kebanyakan orang-orang di Indonesia baru melakukannya di malam ke 16 puasa.

Keutamaan membaca doa qunut

Qunut berasal dari qonata (قَنَتَ) yang artinya tunduk patuh. Qunut juga berarti berdiri lama, diam, taat, doa, dan khusyu’. Adapun keutamaan membaca doa qunut ini sendiri ada banyak, di antaranya memberikan petunjuk kepada siapapun yang membacanya, mendapatkan perlindungan, menghindarkan diri dari berbagai macam penyakit, serta memberikan berkah pada nikmat yang sudah ada.

Qunut juga berarti bahwa kita sebagai makhluk Allah adalah orang yang lemah dan memohon perlindungannya. Karena kata ‘qunut’ itu sendiri berarti khusyu’ dan tunduk kepada yang menciptakan bumi beserta segala isinya.

**
Sumber: boombastis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *