Begini Nih 7 Potret APD Dokter yang Menangani COVID-19 yang Ramai Jadi Perbincangan Warganet, Miris!

Begini Nih 7 Potret APD Dokter yang Menangani COVID-19 yang Ramai Jadi Perbincangan Warganet, Miris!

Posted on
Loading...

Parah, APD dari plastik sampah hingga jas hujan 10 ribuan!

APD yang terbatas dan tidak layak di duga menjadi biang dari wafatnya dokter yang diakibatkan karena telah terpapar COVID-19. Hal ini sungguh sangat memprihatinkan, tenaga medis yang merupakan garda terdepan justru tak punya alat pertahanan yang layak.

Loading...

Kalau begini terus, bagaimana penanganan pasien COVID-19 bisa optimal? Yang ada banyak petugas yang ikut terserang COVID-19

Keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) petugas medis yang menangani pasien covid-19 atau virus corona disebut-sebut sebagai penyebab wafatnya para dokter.

Keterbatasan APD itu membuat sejumlah tenaga medis jatuh sakit hingga ikut terpapar COVID-19, bahkan berujung meninggal dunia.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng Muhammad Faqih.
Ini sebenarnya biangnya APD kita terbatas, kasihan kawan-kawan (tenaga medis) itu,” ujar Daeng saat diihubungi Tribunnews melalui sambungan telepon, Sabtu (21/3/2020).

Keterbatasan APD disebut Daeng berakibat pada kesehatan dan keselamatan sejumlah tenaga medis.

Jadi ada yang terinfeksi, ada yang koma, di ICU. APD yang jadi masalah,” ungkapnya.

Daeng menyebut satu set APD lengkap terdiri dari baju, penutup mata, penutup kepala, masker, sarung tangan, dan sepatu.

“Itu satu set, semuanya langka itu,” ujarnya.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan pihak pemerintah, yakni Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Sudah kita koordinasi, tapi memang barangnya baru diupayakan ini,” ungkapnya.

Daeng pun berharap APD dapat segera didapatkan dan disediakan di setiap rumah sakit dengan jumlah yang memadai.

“Mudah-mudahan hari ini atau besok kawan-kawan Gugus Tugas BNPB sudah mendapatkan,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal IDI, Adib Khumaidi, juga menyampaikan hal yang senada. Adib memaparkan, salah satu faktor yang membuat para dokter tertular corona hingga akhirnya nyawanya terenggut, diduga karena minimnya jumlah alat pelindung diri (APD) untuk penanganan virus tersebut.

Kekurangan jumlah APD saat ini disebabkan karena stoknya yang terus menipis. Padahal, beberapa rumah sakit sudah mengalokasikan dana guna menyediakan perlengkapan medis tersebut.

“Bisa membeli, uangnya ada, bahkan ada beberapa donatur untuk membantu membeli. Cuma masalahnya pengadaan barangnya dikeluhkan teman-teman di daerah itu tidak ada,” tutur Adib.

Menurutnya, kelangkaan APD saat ini terjadi hampir di semua rumah sakit baik yang menangani corona maupun yang tidak. Kondisi ini dinilai IDI sangat memprihatinkan. Oleh sebab itu, IDI berharap agar pemerintah bisa segera mengatasi persoalan tersebut.

Mengingat yang menangani pasien corona bukan hanya rumah sakit rujukan, tapi juga rumah sakit biasa yang sebelumnya disinggahi pasien sebelum dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

“APD yang kurang itu bukan karena dia merawat pasien di rumah sakit rujukan saja, tapi di rumah sakit lainnya di mana sebelum dirujuk rumah sakit rujukan itu kan kita sudah berhadapan dengan pasien yang bisa saja dia positif kan,” tandasnya.

7 Potret Mirisnya APD Tenaga Medis

Berikut adalah potret mirisnya APD yang digunakan oleh dokter beserta tenaga medis lainnya yang sangat memprihatinkan.

Begini Nih 7 Potret APD Dokter yang Menangani COVID-19 yang Ramai Jadi Perbincangan Warganet, Miris!
Begini Nih 7 Potret APD Dokter yang Menangani COVID-19 yang Ramai Jadi Perbincangan Warganet, Miris!
Begini Nih 7 Potret APD Dokter yang Menangani COVID-19 yang Ramai Jadi Perbincangan Warganet, Miris!
Begini Nih 7 Potret APD Dokter yang Menangani COVID-19 yang Ramai Jadi Perbincangan Warganet, Miris!
Begini Nih 7 Potret APD Dokter yang Menangani COVID-19 yang Ramai Jadi Perbincangan Warganet, Miris!

Gunakan Kantong Plastik

Dalam video yang diunggah oleh akun Facebook Sera Bagus pada Sabtu (21/3/2020) lalu, dirinya memperlihatkan para tenaga medis yang tengah membuat APD dari kantong plastik.

Pasalnya, perlengkapan APD semakin menipis di Malaysia dan banyak rumah sakit yang telah kekurangan APD.

Pada video tersebut juga memperlihatkan antrean para perawat yang tengah menunggu giliran untuk mengukur badan guna membuat APD dari kantong plastik.

Mereka pun terpaksa menggunakan kantong plastik demi melindungi diri dari paparan vuris corona atau COVID-19.

Gotong Royong Buat APD Seadanya

Kekurangan APD dan beberapa fasilitas bagi tenga medis juga dirasakan di Indonesia.

Bahkan, dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Twitter @bintangforza, Senin (23/3/2020) memperlihatkan beberapa tenaga medis wanita yang tengah saling membantu membuat APD dari kantong plastik.

Potret para tenaga medis yang harus menggunakan kantong plastik sebagai pengganti APD ini tentu saja membuat miris para netizen yang melihat.

Meski begitu, hingga tulisan ini dimuat belum diketahui secara pasti di mana para tenaga medis tersebut bekerja untuk perawatan pasien virus corona.

Respons Netizen

Video para tenaga medis yang harus menggunakan kantong plastik tersebut pun langsung curi perhatian netizen.

Tak sedikit pula dari mereka yang turut mendukung dan memberi doa kepada para tenaga medis yang tengah bekerja di tengah wabah corona.

Saya yg tidak mengnal klian sja bangga,aplgi kerbat dkat dan kluarga kalian yg melihatnya“, tulis akun @bukandiary_

Hormat sehormat-hormatnya kepada para praktisi kesehatan di saat-saat genting seperti ini. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kekuatan.” ujar akun saadahyathasan.

untuk semua tenaga medis semoga diberi kekuatan oleh allah semoga semuany dilindungi dan terimaksih banyak” tulis akun @yessyhernaa.

**
Sumber: wajibbaca.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *