Beginilah Detik-Detik Momen Haru Tangis Ratusan Karyawan Ramayana yang di PHK karena Corona yang Sedang Viral!

Beginilah Detik-Detik Momen Haru Tangis Ratusan Karyawan Ramayana yang di PHK karena Corona yang Sedang Viral!

Posted on
Loading...

Tak hanya mereka, ada 130 ribu lebih karyawan juga bernasib sama

Sebentar lagi ramadhan dan lebaran, tapi sekarang harus kehilangan kerjaan, bagaimana membiayai keluarga?

Loading...

Berharap THR dan toko ramai saat bulan Ramadhan, yang mereka dapat malah PHK massal akibat pandemi corona. Semoga para karyawan ini diberikan kesabaran oleh Allah SWT.

Pandemi corona di Indonesia memang membuat banyak orang tak dapat melakukan aktivitas seperti biasa. Hal ini pun turut menyebabkan banyak perusahaan mengalami penurunan omzet, sehingga beberapa perusahaan kesulitan untuk menggaji para pegawainya.

Beberapa perusahaan pun akhirnya mengambil kebijakan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Seperti halnya yang dilakukan oleh Ramayana Depok.

Potret memilukan akibat PHK itu pun sempat viral setelah diunggah oleh akun Facebook ‘Denpasar Weekly’, akun tersebut mengunggah sebuah video yang memperlihatkan suasana di Ramayana Depok. Terlihat banyak karyawan Ramayana berkumpul di sana.

Suasana ruangan tampak ramai dan terdengar suara isak tangis. Para karyawan Ramayana tampak saling berpelukan.

Mereka yang kala itu mengenakan seragam warna pink, saling berpelukan dan menguatkan. Beberapa karyawan pun terlihat hanya terduduk lemas. Mereka tentu tak menyangka akan ada pandemi corona seperti saat ini.

Menanggapi video yang viral di media sosial itu, Store Manager City Plaza Depok, M Nukmal Amdar memberikan penjelasannya.

Nukmal mengatakan bahwa video yang beredar tersebut terjadi saat sosialisasi tentang keadaan perusahaan di Ramayana akibat pandemi corona.

Perusahaan mengalami penurunan penjualan sehingga tak mampu menanggung biaya yang dikeluarkan akhirnya saya menyampaikan kebijakan manajemen, Ramayana tutup operasional,” ujar Nukmal dikutip Liputan6.com, Rabu (8/4).

Nukmal juga menegaskan bahwa video tersebut bukan saat melakukan PHK massal. “Kejadian di video itu pada Sabtu 4 April 2020. Saya gak tahu kenapa baru viral kemarin,” ujarnya.

Nukmal mengatakan bahwa akibat pandemi corona, omzet penjualan turun hingga 80 persen. Hal itulah yang membuat perusahaan tak mampu lagi menanggung semua biaya operasional. “Bukan hanya masalah penggajian karyawan tapi semuanya,” kata Nukmal.

Terkait kondisi tersebut, perusahaan akhirnya mengeluarkan kebijakan yaitu melakukan PHK terhadap 87 karyawannya. Nukmal mengatakan bahwa proses PHK tersebut telah sesuai dengan prosedur perusahaan.

Pada 5 April 2020 lalu, pihaknya memanggil 87 karyawan dan menjelaskan kondisi perusahaan saat ini. “Iya secara sukarela. Meskipun berat kehilangan pekerjaan,” ujar Nukmal.

Nukmal menambahkan, saat ini, perusahaan sedang mengurus kompensasi kepada 87 karyawan yang terkena PHK tersebut. Seluruh karyawan yang terkena PHK, tetap akan menerima pesangon sesuai hak nya. “Kami akan bayarkan secepatnya juga,” imbuh Nukmal.

**
Sumber: wajibbaca.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *