Bikin Warga Geger, Karena Rumah Sakit Penuh, Pasutri Positif Corona Masih ‘Keliaran’ Di Perumahan Bogor!

Bikin Warga Geger, Karena Rumah Sakit Penuh, Pasutri Positif Corona Masih ‘Keliaran’ Di Perumahan Bogor!

Posted on
Loading...

Jumlah pasien yang positif terjangkit virus corona (Covid-19) di Indonesia masih terus bertambah. Per Selasa (31/3) hari ini, total kasus corona di Tanah Air telah mencapai 1.528 pasien.

Di tengah penyebaran Covid-19 yang semakin meluas ini, warga Perumahan Bogor Kemang Residence (BKR) di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor dibuat geger. Pasalnya, ada pasangan suami-istri (pasutri) di perumahan mereka yang dinyatakan positif Covid-19 namun tidak dirawat di rumah sakit rujukan.

Loading...

Menurut Kepala Desa Tegal, Kasim Sunardi, pasutri tersebut masih “berkeliaran” di luar rumah sakit karena sudah tidak ada tempat alias penuh. “Pasien meskipun sudah dinyatakan positif (corona), tapi masih di rumah. Alasannya pihak Puskesmas belum dievakuasi, semua rumah sakit penuh,” tutur Kasim dilansir Kumparan pada Selasa (31/3).

Menurut Kasim, pasutri tersebut tinggal di kompleks itu bersama 2 anak mereka yang masih berusia 10 dan 4 tahun. Beruntung, kedua anak pasutri tersebut dinyatakan negatif corona.

Pasutri tersebut juga baru dinyatakan positif Covid-19 usai mengikuti rapid test yang digelar di Puskesmas Jampang pada Minggu (29/3). Kasim juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pasutri tersebut telah berstatus orang dalam pemantaun (ODP) karena sang suami memiliki riwayat perjalanan dari Bangladesh dan transit di Thailand.

Sang suami sebelumnya juga sudah sempat dikarantina pada awal Maret lalu. Namun, ia pulang ke Bogor usai dinyatakan negatif Covid-19 pada 9 Maret 2020.

20 hari kemudian, suami dan istrinya tersebut mengikuti rapid test Covid-19 di Puskesmas Jampang dan dinyatakan positif. Sayangnya, pasutri tersebut belum dibawa ke rumah sakit dan malah kembali ke rumah serta beraktivitas seperti biasa.

Sementara itu, status pasutri tersebut sebagai pasien positif Covid-19 telah dibenarkan oleh Kepala Puskesmas Jampang Vera Linda. Ia menjelaskan bahwa pihak puskesmas awalnya sudah mengajukan pasutri itu untuk diisolasi di rumah sakit rujukan, sayangnya semua kamar penuh.

Kami sudah melakukan rapid test hasilnya positif. Wewenang kami Puskesmas sudah kami lakukan, mulai dari memfollow-up pasien ODP dan PDP setiap hari,” ungkap Vera. “Hari ini akan diupayakan (dirujuk ke RS) kembali.”

Vera menyebut bahwa pasien itu menjalani karantina mandiri di rumah sebelum dievakuasi. Masalahnya, pasutri tersebut justru dilaporkan mondar-mandir ke luar rumah dan kurang mengisolasi diri. Anggota sanak keluarga mereka juga dilaporkan masih mondar-mandir di rumah tersebut.

**
Sumber: berkabar.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *