Hamil Saat Ramadhan, Bagaimanakah Hukum Zakat Fitrah untuk Bayi di Dalam Kandungan? Begini Penjelasan dalam Islam!

Hamil Saat Ramadhan, Bagaimanakah Hukum Zakat Fitrah untuk Bayi di Dalam Kandungan? Begini Penjelasan dalam Islam!

Posted on
Loading...

Zakat fitrah wajib ditunaikan bagi seorang Muslim saat menjelang Idul Fitri.

Menunaikan zakat fitrah menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang menjumpai bulan Ramadhan.

Loading...

Lalu bagaimana dengan wanita hamil yang sedang mengandung bayinya?

Beberapa umat Muslim masih bertanya-tanya bagaimana hukum zakat fitrah bagi bayi yang sedang dikandung.

Mayoritas ulama mengatakan zakat fitrah bagi bayi dalam kandungan tidak wajib hukumnya.

Adapun sebagian ulama yang mewajibkan zakat fitrah bagi bayi dalam kandungan.

Doa dan Niat Membayar Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang Lain

Dikutip Tribunjabar.id dari Konsultasisyariah.com, menyimpulkan bahwa zakat fitrah untuk janin, hukumnya tidak wajib.

Namun jika ditunaikan InsyaAllah akan mendapat pahala, berdasarkan pendapat yang menganjurkan membayar zakat fitrah untuk janin.

Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan dua perdepatan dari para ulama.

Pendapat pertama, mayoritas para ulama berpendapat tidak wajib membayar zakat fitrah bagi janin yang masih dalam kandungan.

Hal tersebut berdasarkan pendapat Hanafiyah, Malikiyah, Syafiiyah, dan satu dari riwayat Imam Ahmad.

Dalam Al-fatawa Al-Hindiyah – kumpulan fatwa madzhab hanafi – menyatakan,

وَلَا يُؤَدِّي عَنْ الْجَنِينِ ؛ لِأَنَّهُ لَا يَعْرِفُ حَيَاتَهُ هَكَذَا فِي السِّرَاجِ الْوَهَّاجِ

Tidak wajib ditunaikan zakat fitrah untuk janin, karena belum bisa dipastikan hidupnya. Demikian keterangan dalam buku Siraj Wahhaj.(Fatawa Hindiyah, 5/166)

Pahala dan 13 Manfaat Zakat Fitrah, Suci dari Dosa, Melintasi Jembatan di Akhirat Seperti Kilat

Hal yang sama juga disampaikan oleh Imam Malik. Dalam Al-Mudawwanah beliau menegaskan,

لا تؤدى الزكاة عن الحبل، وإن ولد له يوم الفطر أو ليلة الفطر فعليه فيه الزكاة

Tidak wajib ditunaikan zakat fitrah untuk bayi yang ada dalam kandungan. Namun jika dia terlahir pada hari idul fitri atau malam hari raya maka ayahnya berkewajiban membayarkan zakat untuk anaknya.” (Al-Mudawanah Al-Kubro, 1/388).

Kedua hadis tersebut menyimpulkan bahwa tidak wajib zakat fitrah bagi janin yang masih dalam kandungan.

Sebab janin yang masih dalam kandungan, belum dipastikan hidup saat terlahir ke bumi.

Namun jika janin terlahir pada Idul Fitri atau malam hari raya, maka ayahnya berkewajiban untuk membayarkan zakat untuk anak tersebut.

An-Nawawi dalam madzhab Syafii menegaskan bahwa tidak diwajibkan zakat fitrah selama janin tersebut belum lahir sempurna pada saat matahari terbenam di hari puasa terakhir.

Lengkap! Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Sendiri, Istri, Anak, Keluarga, dan Orang yang Diwakilkan

Hal tersebut sebagaimana dikatakannya dalam Al-Majmu’,

لا تجب فطرة الجنين لاعلي أبيه ولا في ماله بلا خلاف عندنا ولو خرج بعضه قبل غروب الشمس وبعضه بعد غروبها ليلة الفطر لم تجب فطرته لانه في حكم الجنين ما لم يكمل خروجه منفصلا

Tidak wajib zakat fitrah untuk janin, bukan kewajiban bapaknya, juga tidak perlu diambilkan dari harta si janin, tanpa ada perselisihan dalam madzhab Syafiiyah. Jika sebelum matahari terbenam badan bayi sudah keluar sebagian, sementara sebagian lagi baru keluar setelah matahari terbenam di malam idul fitri, maka tidak wajib dibayarkan zakat fitrahnya. Karena dia masih dihukumi janin, selama belum keluar utuh. (Al-Majmu’, 6/139).

Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa seseorang yang wajib dizakati fitrah jika dia menjumpai idul fitri.

Dalam artian ketika dirinya sudah ada dan sudah terlahir di dunia, serta masih hidup pada saat datangnya waktu idul fitro.

Waktu Idul Fitri merupakan batas berakhirnya menunaikan kewajiban puasa Ramadhan.

Menurut Syafiiyah waktu fitri adalah ketika matahari terbenam pada hari terakhir puasa.

Bayi yang terlahir 5 menit sebelum matahari terbenam dapat dikatakan dia menjumpai waktu idul fitri.

Zakat Fitrah, Kapan Waktu Terbaik Untuk Membayar Zakat? Simak Penjelasannya

Hal tersebut karena bayi tersebut telah lahir di dunia ketika waktu idul fitri tiba.

Begitupun dengan orang yang meninggal 5 menit setelah matahari terbenam termasuk menjumpai Idul fitri. Sebab, ia ketika waktu fitri tiba, dia masih hidup.

Adapun pendapat kedua, dari pendapat para ulama bahwa zakat fitrah untuk janin hukumnya wajib.

Hal tersebut adalah pendapat dari Imam Ahmad dalam satu riwayat dari Ibnu Qudamah menyebutkan,

وعن أحمد، رواية أخرى أنها تجب عليه؛ لأنه آدمي، تصح الوصية له، وبه ويرث فيدخل في عموم الأخبار، ويقاس على المولود

Dari Imam Ahmad, dalam salah satu riwayat lainnya, bahwa zakat fitrah untuk janin hukumnya wajib. Karena janin termasuk manusia, boleh menerima wasiat, bisa menerima warisan. Sehingga dia masuk dalam keumuman hadis tentang zakat fitrah, dan juga diqiyaskan dengan bayi yang sudah lahir. (Al-Mughni, 3/99).

Keterangan tersebut sebagaimana diriwayatkan dari sebagian para sahabat.

Mereka berpendapat bahwa janin dalam kandungan yang sudah berusia 4 bulan, wajib menunaikan zakat fitrah.

Hal tersebut sebagaimana diriwayatkan dalam keterangan Ibnul Mulaqqin,

ونقل قوم عن السلف أنه إذا كمل الجنين في بطن أمه أربعة أشهر قبل الفجر وجب الإخراج عنه، وإنما خص الأربعة أشهر بذلك للاعتماد على حديث ابن مسعود أن الخلق يجمع في بطن أمه أربعين يوما

Terdapat keterangan dari sebagian sahabat, jika janin sudah genap usia 4 bulan dalam kandungan, sebelum subuh hari raya, maka wajib dibayarkan zakat fitrahnya. Mereka menjadikan 4 bulan sebagai batas, bersandar dengan hadis Ibn Mas’ud bahwa penciptaan manusia dalam rahim ibunya selama 40 hari dalam bentuk nutfah… hingga ditiupkan ruh setelah berusia 120 hari.(Al-I’lam bi Fawaid Umdatul Ahkam, 3/57).

Panduan Lengkap dan Tata Cara Membayar Zakat Fitrah Sesuai Petunjuk Rasulullah SAW

Adapun dalam riwayat lainnya, seperti Imam Ahmad yang berpendapat bahwa dianjurkan membayar zakat fitrah untuk janin.

Beliau berdalil dalam praktik Khalifah Utsman bin Affan radiyallahu’anhu, sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat dari Qatadah,

أن عثمان كان يعطي صدقة الفطر عن الصغير والكبير والحمل

Bahwa Utsman radhiyallahu ‘anhu membayar zakat fitrah untuk anak-anak, orang dewasa, dan bayi yang masih di kandungan. (Masail Abdullah bin Ahmad hlm. 170).

Imam Ahmad dalam riwayat dari Abu Qilabah juga mengatakan,

كَانُوا يُعْطُونَ صَدَقَةَ الْفِطْرِ حَتَّى يُعْطُونَ عَنِ الْحَبَلِ

Mereka (sebagian sahabat) membayar zakat fitrah, sampai mereka bayarkan zakat untuk janin. (HR. Ibn Abi syaibah 10738 & Abdur Razaq 5788)

Sehingga dari kedua pendapat diatas disimpulkan zakat fitrah bagi janin dalam kandungan hukumnya tidak diwajibkan.

Namun jika dijalankan InsyaAllah akan mendapatkan pahala.

Allahu a’lam..

**
Sumber: jabar.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *