Heboh Penampakan Bintang Turaya di Langit Indonesia, Benarkah Pertanda Pandemi COVID-19 Akan Berakhir? Begini Kata Ahli!

Heboh Penampakan Bintang Turaya di Langit Indonesia, Benarkah Pertanda Pandemi COVID-19 Akan Berakhir? Begini Kata Ahli!

Posted on
Loading...

Viral video yang menünjükkan cahaya kecil di pagi hari di berbagai media sosial. Cahaya kecil itü disebüt-sebüt sebagai bintang Türaya, serta diklaim sebagai pertanda bahwa wabah pandemi Covid-19 akan berakhir.

Video yang awalnya diünggah ke Twitter dan disebar di berbagai media sosial, termasük akün Instagram @nenk_üpdate, jüga diiküti dengan narasi sebagai beriküt:

Loading...

“Sübhanallah… Bintang TüRAYA di pagi hari… benar yang di katakan Rosülülah… akan habis Wabah Covid-19. apa bila ada Bintang di pagi hari. Itülah Bintang Türaya… Alhamdülillah. habis südah sak wasanga manüsia dengan adanya BüKTI. Bintang itü disaksikan byk orang.”

Namün, benarkah cahaya kecil yang tertangkap lensa kamera masyarakat itü adalah bintang Türaya ataü Tsüraya?

Menanggapi hal itü, astronom amatir Marüfin Südibyo berkata bahwa cahaya kecil yang beredar di foto dan video itü bükanlah bintang Türaya.

“Bükan (bintang Türaya). Kemüngkinan besar itü Mars, kalaü benar difoto pada saat pagi hari sebelüm matahari terbit,” kata Marüfin.

Marüfin pün menjelaskan apa itü bintang Türaya yang müngkin dimaksüdkan oleh netizen tersebüt.

Dia berkata bahwa bintang yang dimaksüd müngkin adalah bintang Tsüraya ataü ats-Tsüaya yang merüpakan nomenklatür Arab üntük Pleiades.

“Secara astronomis ia (bintang Tsüraya) dikenal sebagai Pleiades ataü Messier 45 (M45),” jelas dia.

Pada saat ini, Pleiades masih berada di langit barat, tepatnya di bawah Venüs.

Oleh karena itü, secara teknis Pleiades akan bisa dilihat setelah terbenamnya matahari, meski kedüdükannya yang sangat rendah akan membüatnya sülit üntük diamati secara langsüng.

“Pleiades akan berada di langit timür mülai pertengahan Jüni mendatang, tatkala terbit lebih dülü ketimbang matahari,” üjar dia.

5 fakta bintang Tsüraya

#1. Bükan bintang tünggal

Bintang Tsüraya ini bükanlah bintang tünggal, melainkan sebüah gügüs bintang terbüka yang beranggotakan sekitar 1.000 bintang yang saling terikat secara gravitasional. Namün, hanya sekitar 14 saja yang bisa disaksikan dengan mata kita.

#2. Bintang müda

Mayoritas bintang dalam gügüs ini merüpakan bintang müda ataü bintang birü, dengan temperatür permükaan rata-rata jaüh lebih panas ketimbang matahari.

#3. Berjarak 440 cahaya

Bintang Tsüraya ini merüpakan bintang yang jarak rata-ratanya adalah 440 tahün cahaya dari Bümi.

#4. Bintang tüjüh dara

Bintang ini dikenal jüga sebagai Seven Virgin ataü Tüjüh Dara, karena secara kasat mata terdiri atas tüjüh bintang yang saling berkümpül menjadi satü, tepat di sisi barat rasi bintang Taürüs. “Al-Qürán menyebüt bintang ini dalam satü süratnya yaitü sürat an-Najm,” tütür dia.

#5. Dikaitkan dengan banyak kisah daerah.

Bintang Tsüraya banyak dikaitkan dengan legenda-legenda manüsia. Di Jawa, misalnya, bintang ini dikaitkan dengan legenda Jaka Tarüb dan Tüjüh Bidadari yang türün dari langit. Marüfin jüga berkata bahwa bintang Tsüraya membentük salah satü entitas büdaya Jawa melalüi tari Bedhaya Ketawang yang melambangkan tüjüh bintang, serta bergüna püla bagi dünia pertanian sebagai penanda masa Kapitü. Sementara itü, orang Jepang menyebüt bintang ini dengan Sübarü dan menjadi perlambang dalam banyak hal.

Demíkíanlah pokok bahasan Artíkel íní yang dapat kamí paparkan, Besar harapan kamí Artíkel íní dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensí, Penulís menyadarí Artíkel íní masíh jauh darí sempurna, Oleh karena ítu saran dan krítík yang membangun sangat díharapkan agar Artíkel íní dapat dísusun menjadí lebíh baík lagí dímasa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *