Ilmuwan Mengatakan Jika Jari Manis Pria yang Berbentuk Seperti Ini Cenderung Lebih KEBAL Terhadap Virus Corona!

Ilmuwan Mengatakan Jika Jari Manis Pria yang Berbentuk Seperti Ini Cenderung Lebih KEBAL Terhadap Virus Corona!

Posted on
Loading...

Ini seperti sebuah kabar baik terutama bagi kaum pria tulen karena jari yang memiliki ciri yang disebutkan oleh ilmuwan ini menghasilkan lebih banyak senyawa yang di sebut dengan ACE2, dimana senyawa ini mampu membentengi dan menghambat perkembangan virus Corona dan jenis virus lain.

Baru-baru ini para ilmuwan di luar sana telah mempelajari sebanyak 200.000 sukarelawan dari 41 negara dimana hasil dari penelitian dan perbandingan disimpulkan di dapatkan jika rata-rata pria yang meninggal di setiap negara tersebut cenderung sedikit dari ciri jari yang disebutkan oleh ilmuwan.

Loading...

Kabar baiknya lagi, Professor, John Manning dari Swansea University mengatakan negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, Austria, Rusia, Meksiko, Malaysia, dan negara-negara Asia Timur (Indonesia?) termasuk China cenderung memiliki bentuk jari yang memiliki ciri kekebalan terhadap serangan virus Corona.

Meski dalam kenyataan di lapangan Cina menjadi salah satu yang memiliki korban terbanyak di dunia menurut Professor, John Manning masih termasuk kecil dari jumlah penduduknya secara keseluruhan. “Negara-negara tersebut secara biologis memiliki kecenderungan jari manis lebih panjang”, lanjut Professor, John Manning.

Hasil dari penelitian bahwa pria dari Malaysia dan Meksiko cenderung lebih imun dari pria dari negara lain

Lanjut dalam penelitiannya Professor, John Manning mengatakan pria-pria Inggris dan Wales cenderung memiliki jari manis yang lebih pendek, hasil penelitiannya terbukti jika 56 persen kematian pria Inggris dan Wales lebih mendominasi dari negara disebutkan diatas. Professor, John Manning secara fisik juga melakukan penelitian dengan cara mengukur jari telunjuk dan jari manis dalam ukuran milimeter terdekat, untuk mendapatkan rasio pengukuran pertama dia bagi dengan pengukuran kedua lalu disimpulkannya. Sedangkan hasil rasio rata-rata terkecil di dapat dari pria asal Malaysia dengan angka 0,976, sedangkan pria asal Bulgaria memiliki rasio tertinggi dengan angka 0,99.

Pria yang memiliki jari manis lebih panjang selain memiliki ACE2 yang lebih besar, juga orang tersebut cenderung memiliki testeoron paranatal yang lebih tinggi. Faktor inilah yang menurut Professor, John Manning sebagai penyumbang immunitas lebih bagi pria yang memiliki jari manis lebih panjang dari pria umumnya.

Meskipun begitu menurut Professor, John Manning, pria dengan jari manis lebih panjang ini bukan menjadi kebal 100 persen, mereka bisa tetap tertular dan mengalaminya, namun gejalanya lebih ringan, hampir tanpa gejala, dan esoknya bisa kembali bekerja.

Menurut pengamat lain, penelitian yang dilakukan oleh Prof. John Manning jangan dianggap sepenuhnya akurat karena tergantung pada strategi pengujian-penelitian lebih medalam, faktor geografis negara, dan budaya amat mempengaruhi imunitas yang dimaksud.

**
Sumber: berkabar.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *