Home Keluarga Inilah 3 Perlakuan Orangtua yang Bikin Anak Pergi Menjauh dan Meninggalkan Mereka

Inilah 3 Perlakuan Orangtua yang Bikin Anak Pergi Menjauh dan Meninggalkan Mereka

SHARE
3 Perlakuan Orangtua yang Bikin Anak Pergi Menjauh

Storiesoflife.today – Tak sedikit para orangtua memaksakan kehendak mereka, tak disadari inilah yang menjadikan anak lalu pergi dan meninggalkan orang tuanya

Tidak ada orang tua yang ingin anaknya jauh darinya. Setiap orang tua tentu ingin anak-anak dekat dengannya.

Anak-anaknya selalu memperhatikan dan memperlakukan orang tuanya dengan penuh hormat dan rasa sayang.

Ya, kita menginginkan hal itu. Kita mau hal itu terjadi. Lebih-lebih kelak saat kita sudah tua renta.

Anak-anak yang berbaktilah yang kita dambakan, bukan harta yang melimpah. Tak heran bila ada yang menyebut bahwa anak ibarat cahaya mata.

3 Perlakuan Orangtua yang Bikin Anak Pergi Menjauh

Saat kecilnya ia memberikan kepada kita kebahagiaan dengan senyum manisnya, saat tumbuh besar ia memberikan kepada kita kebanggaan…

Tapi, jangan salahkan anak jika tiba-tiba ia meninggalkan dan menjauhimu.

Sebab itu semua bisa jadi karena 3 sifatmu ini yang membuat anak menjauh hingga tega meninggalkanmu wahai orangtua.

[1]. Anak-anak akan menyimpan perlakuan orang tua dalam memorinya hingga ia dewasa, maka lakukan hal terbaik

Anak-anak selalu menyimpan memori atas perlakukan orang tuanya. Lihat saja diri kita, tentunya kita masih ingat beberapa peristiwa yang tak akan bisa kita lupakan saat kita masih kecil. Karena itu bagaimana kita memperlakukan anak saat masih kecil, bisa jadi akan memberikan pengaruh padanya bagaimana ia akan memperlakukan kita saat ia sudah besar.

Maka perbanyaklah kenangan-kenangan indah saat anak masih kecil. Usahakan agar anak mengenal kita sebagai ornag tua yang baik.

Orang tua yang sayang padanya. Orang tua yang mendidik dan menumbuhkannya dengan penuh dedikasi. Bila anak mengenal kita sebagai orang tua yang seperti itu, maka kelak kita akan mendapatkan anak yang bangga dengan orang tuanya dan kita bangga padanya.

Rasa bangga terhadap anak ini melebihi rasa sayang. Karena dalam rasa bangga terhadap anak, sudah ada rasa sayang, tapi belum tentu dalam rasa sayang ada rasa bangga. Kebanggan itu bisa berasal dari berbagai hal. Bisa karena anak sukses, tapi yang lebih berharga adalah rasa bangga karena kita sudah membesarkan anak dengan baik.

[2]. Tindakan kasar akan membuat orang lain jauh dari kita, termasuk tindakan kasar orang tua bakalan membuat anak jauh

Tabiat manusia itu menyukai kasih sayang, maka orang cenderung tidak menyukai orang-orang yang bersikap kasar. Ini juga terjadi dalam diri kita, lebih-lebih pada anak-anak. Ya, anak-anak yang jiwanya masih polos tentu lebih haus kelembutan dan kasih sayang daripada orang dewasa.

Karena itu anak-anak selalu takut dengan orang yang bersikap kasar, apalagi bila itu datang dari kedua orang tuanya.

Dan ingatlah bahwa sikap kasar tidak mesti berwujud pukulan, tapi juga bisa berbentuk ucapan. Kita mungkin tidak pernah membayangkan bahwa julukan buruk, sebutan negatif, komentar kita pada pada anak masuk dalam kategori kekerasan secara verbal.

Misalnya saja menyebut “anak nakal,” “anak bandel,” “anak ngeyel,” maka secara tidak langsung sebenarnya hal itu adalah bentuk menghakimi dan memberikan label tidak baik pada anak. Bila hal itu terus menerus terjadi bukan tidak mungkin anak bisa jadi nakal dan bandel beneran, walau sebenarnya maksud orang tua adalah mengingatkan anak agar ia tidak nakal.

[3]. Datangnya Sikap Kasar dan Bentakan Bermula dari Ketidaksabaran Menghadapi Tingkah Anak

Yang namanya anak kecil itu memang nggemesin, tapi tak jarang perilaku anak kecil bisa berubah jadi bikin sebel dan jengkel. Tak jarang banyak orang tua yang kehilangan kesabaran saat mengasuh anak. Akhirnya senjatanya adalah membentak dan memukul.

Karena itu setiap orang tua harus punya kesabaran seluas samudera dan sebesar gunung. Bayangkan saja, dari pagi sampai malam orang tua harus menghadapi tingkah polah anak yang tidak ada habisnya. Tingkah anak, apalagi yang usianya masih balita, yang maunya digendong terus, belepotan saat makan, mudah menangis, tidak mau makan, merengek minta jajan, tidak mau mandi, dan lainnya, tentu betul-betul menguji kesabaran orang tua.

Nah, ketika emosi sudah memuncak orang tua lalu menggunakan bentakan dan tak jarang memukul anak. Tidak sabar dengan perilaku anak-anaknya. Itulah yang membuat anak jauh dari orang tuanya.

Anak tidak hanya cahaya mata, tapi ia juga ujian bagi orang tua. Jika kita mampu bersabar dalam mendidik anak maka kelak kita akan mendapatkan balasan dari Allah, dan anak-anak akan tumbuh menjadi anak yang berbakti.

Bersabarlah dalam mengingatkan anak. Bersabarlah dalam mengajari anak. Bersabarlah dalam menghadapi tingkah pola anak. Dan selalu berlatih untuk bersabar. Dan jangan lupa untuk selalu berdoa pada Allah agar menumbuhkan sifat sabar dalam jiwa kita.

Kita tentu ingin anak-anak dekat dengan orang tuanya. Bukan hanya saat ia masih kecil, tapi hingga ia dewasa ia dekat dengan orang tua. Walau ia merantau jauh, ia tetap rindu kepada ayah ibunya dan selalu mendoakannya.

Semoga menjadi bahan masukan dan renungan untuk memperbaiki diri..

sumber : www.wajibbaca.com

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here