Jangan Pernah Takut Punya Banyak Anak, Kalau Bisa Malah Punya Anak Sebanyak-Banyaknya Loh!

Jangan Pernah Takut Punya Banyak Anak, Kalau Bisa Malah Punya Anak Sebanyak-Banyaknya Loh!

Posted on
Loading...

Punya 2 anak saja, susah ngaturnya, keinginannya beda….

Suka rebutan…., pada cemburuan….

Loading...

Belum lagi kebutuhan semakin banyak….

Kalau anda mau membatasi punya 1 atau 2 anak saja, karena hal tersebut. SALAH!

Perhatikan 4 hal ini, saat banyak anak Anda bukannya susah tapi malah bahagia…

Punya anak banyak katanya banyak rezeki, meski ada juga yang beranggapan “dua anak cukup”. Keputusan mau punya anak berapa memang sepenuhnya ada di tangan masing-masing pasutri.

Harta saja jika tidak cukup menjadi bekal perjalanan sejati jika tidak terlebih dulu dikonversikan menjadi amal shalih.

Begitupun dengan ilmu yang bermanfaat. Jika kemudian amal shalih, dan ilmu yang bermanfaat kemudian dilengkapi dengan anugerah anak shalih yang banyak, Insyaa Allah, semoga mencukupi bekal untuk masuk ke SyurgaNya.

Sebab, anak punya perjalanan seumur hidupnya untuk menjadi shalih. Sehingga kapanpun ia shalih dan mendo’akan orang tuanya yang sudah berpulang, tentu saja dapat mengalirkan pahala yang tak putus untuk kedua orang tuanya.

Semakin banyak anak yang berusaha menjadikan dirinya shalih, semakin banyak peluang orangtua untuk mendekat ke Syurga hingga kelak berkumpul bersama anak-anaknya.

“Jangan takut hidup susah karena punya banyak anak,” . Sebab rezeki anak itu bukan di tangan orangtuanya. “Allah sudah atur sedemikian indahnya! Bahkan cacing saja yang di dalam tanah, masih bisa hidup.”

Kebanyakan orangtua terlalu sombong merasa bahwa hidup anak bergantung di pundaknya. Seolah mereka akan mati kelaparan jika tidak ada nafkah darinya.

Sekalipun menghalalkan segala cara dengan dalil menyenangkan keluarga. Padahal semua itu hanya perantara rezeki Allah bisa sampai pada keluarganya.

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah.(QS. Saba’: 24)

Bahkan kepada hewan dan burung-burung saja Allah sudah tentukan rezekinya.

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).”(QS. Hud: 6).

Tugas kita adalah memilih dan memilah jalan baik yang mana untuk menjemputkan rezeki halal bagi keluarganya.

ISLAM MENGANJURKAN/MENGGEMARKAN MEMPUNYAI ANAK

Dalam masalah ini telah datang dalil-dalil yang menunjukkan bahwa Islam sangat menganjurkan umatnya untuk mempunyai anak bahkan mempunyai anak banyak sebagai mana akan datang keterangannya di fasal ke tiga.

Di antara dalil-dalil tersebut ialah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ

…dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kamu (yaitu anak)” [Al-Baqarah/2 : 187]

Abu Hurairah, Ibnu Abbas dan Anas bin Malik dan lain-lain Imam dari kaum Tabi’in menafsirkan ayat di atas dengan anak (Tafsir Ibnu Jarir dan Tafsir Ibnu Katsir di dalam menafsirkan ayat di atas)
Maksudnya : Bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk mencari anak dengan jalan bercampur (jima’) suami istri apa yang Allah telah tentukan untuk kamu.

Cukuplah ayat di atas sebagai dalil yang tegas dan terang bahwa Islam memerintahkan mempunyai anak dengan jalan nikah dan bercampur suami-istri. Dan sekaligus merupakan larangan dan celaan terhadap mereka yang tidak mau mempunyai anak padahal ada jalan untuk memperolehnya dengan qadar Allah.

Dan sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

تَزَوَّجُوا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّيْ مُكَاشِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ

Nikahilah perempuan yang pecinta (yakni yang mencintai suaminya) dan yang dapat mempunyai anak banyak, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab (banyaknya) kamu di hadapan umat-umat (yang terdahulu)” [Shahih Riwayat Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Hakim dari jalan Ma’qil bin Yasar]

تَزَوَّجُوا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّيْ مُكَاشِرٌ بِكُمُ اْلأَنْبِيَاءَ يَومَ الْقِيَامَةِ

Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat” [Shahih Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Sa’id bin Manshur dari jalan Anas bin Malik]
Kelengkapan takhrij dua hadits di atas terdapat di kitab besar kami Riyadlul Jannah (no. 172 dan 173).

ISLAM MENGANJURKAN UMATNYA UNTUK MEMPUNYAI BANYAK ANAK

Diantara dalil-dalilnya ialah dua hadits yang telah lalu di fasal 1 dari hadits Ma’qil bin Yasar dan hadts Anas bin Malik kemudian hadits yang sangat terkenal di bawah ini yaitu do’a Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Anas bin Malik.

اَللَّهُمَّ أَكْشِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيْمَا أَعْطَيْتَهُ

Ya Allah! Banyakanlah hartanya dan (banyakanlah) anaknya dan berkahilah apa yang engkau telah berikan kepadanya” [Hadits shahih riwayat Bukhari (7/152, 154, 161, 162 dan Muslim 2/128]

Dalam riwayat yang lain yang juga dikeluarkan oleh Imam Bukhari di kitabnya yang lain di luar kitab Shahih-nya yaitu di kitabnya Adabul Mufrad (no. 653), Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendo’akannya.

اَللَّهُمَّ أَكْشِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَأَ طِل حَيَاتَهُ وَا غْفِرْلَهُ

Ya Allah ! Banyakanlah hartanya dan anaknya, dan panjangkanlah umurnya dan ampunkanlah ia” [Derajad hadits ini Hasan]

Dari hadits yang mulia ini kita mengetahui bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencintai umatnya mempunyai banyak anak.

Dengan demikian, maka Islam menganjurkan umatnya mempunyai banyak anak dengan maksud dan tujuan yang suci mengikuti ‘Syari’at Rabbul ‘Alamin di antaranya yang terpenting adalah memperbanyak umat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana beliau tegaskan (lihat haditsnya di fasal pertama).

Keadaan yang demikian membuat orang-orang kuffar ketakutan dan cemas akan banyaknya kaum muslimin. Akhirnya merekapun menakut-nakuti kaum muslimin dam membuat berbagai macam program dalam rangka membatasi kelahiran di negeri-negeri Islam yang pemimpinnya dan para pejabatnya jauh dari nur Islam.

Ambil misal, di negeri kita ini –negeri Islam- di masa orde baru rezim Soeharto mencekoki kaum muslimin dengan berbagai macam program KB (Keluarga Berencana) membatasi kelahiran.
Cukup anak dua saja!”

Laki-laki perempuan sama saja!?”

**
Sumber: kompas-today.online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *