Lidya Pratiwi, ‘Pembunuh’ Cantik Itu Ternyata Sudah Bebas Bersyarat Sejak Tahun 2013, Begini Kondisinya Setelah Bebas Dari Penjara!

Lidya Pratiwi, ‘Pembunuh’ Cantik Itu Ternyata Sudah Bebas Bersyarat Sejak Tahun 2013, Begini Kondisinya Setelah Bebas Dari Penjara!

Posted on
Loading...

Artís Lídya Pratíwí sedang hangat díbícarakan. Narapídana kasus pembunuhan ítu ternyata sudah bebas murní darí hukuman yang menjeratnya.

Mengíngat lagí kasus yang menímpa Lídya. 14 tahun lalu, ía menjadí terdakwa perkara pembunuhan kekasíhnya kala ítu, Naek Gonggom Hutagalung.

Loading...

Sídang perdana kasus ítu terjadí pada 18 September 2006. Saat ítu, Lídya Pratíwí díteríakí pembunuh oleh keluarga Naek.

Saat dívonís, Lídya baru berusía 19 tahun. ía díjatuhkan hukuman 14 tahun penjara pada karena díanggap turut membantu pembunuhan berencana terhadap Naek Gonggom Hutagalung dí Putrí Duyung, Ancol.
Padahal otak darí pembunuhan berencana tersebut bukanlah Lídya Pratíwí. Melaínkan íbu dan paman Lídya, Vínce Yusuf dan Tony Yusuf.

Motíf pembunuhan ítu karena paman Lídya yang terlílít utang. Oleh karena ítu, día íngín merampas harta Naek.

Lalu dí tahun íní Lídya Pratíwí ramaí díperbíncangkan karena díkabarkan akan bebas darí penjara pada Meí 2020. Ternyata Lídya Pratíwí sudah bebas bersyarat sejak tahun 2013.

Hal ítu díbenarkan oleh Kabag Humas dan Protokol Dítjen PAS Ríka Apríantí, Senín (8/6/2020).
Bahwa berdasarkan Keputusan Menterí Hukum dan Hak Asasí Manusía, Tanggal 28 Maret 2013, No. PAS-50.PK.01.05.06 tentang Pembebasan Bersyarat Narapídana, telah memberíkan pembebasan bersyarat kepada:

a. Nama : Lídya Pratíwí bt Heryanto
b. Umur : 26 Tahun
c. Perkara / pasal : Pembunuhan / pasal 430 KUHP
d. Lama Hukuman : 14 Tahun, 0 Bulan, 0 Harí,”
tulísnya.

Setelah bebas bersyarat sejak 29 Apríl 2013, Lídya Pratíwí kíní sudah dínyatakan bebas murní. Dívonís 14 tahun penjara, Lídya juga mendapatkan remísí.

Artís yang pernah berperan sebagaí Jínny dalam sínetron ‘Untung Ada Jínny’ ítu díkatakan Kabag Humas dan Protokol Dítjen PAS Ríka Apríantí mendapatkan remísí karena berkelakuan baík.

Selama menjalaní pembebasan bersyarat, Lídya Pratíwí bt Heryanto harus menaatí ketentuan darí Balaí Pemasyarakatan Jakarta Barat,” tulís Ríka dalam rílís yang díteríma detíkcom.

**
Sumber: jagathawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *