Merasa Gak Pernah Bersalah, Padahal Suami Sering Melakukan 8 Dosa Ini Pada Istri!

Merasa Gak Pernah Bersalah, Padahal Suami Sering Melakukan 8 Dosa Ini Pada Istri!

Posted on
Loading...

Pernikahan yang sehat seharusnya membuat suami-istri bahagia. Namun kalau istri ternyata merasa tersiksa secara mental, tentunya tidak baik.

Seringkali perbuatan suami menyakiti hati istri dan hal tersebut dianggap sepele oleh sang suami, diantaranya adalah:

Berburuk Sangka Kepada Istri

Syariat Islam mengharamkan kita berburuk sangka kepada orang lain. Meskipun hal tersebut didalam hati namun bisa mempengaruhi ucapan dan perbuatan sehingga istri resah karena ia selalu dicurigai dan dianggap bersalah.

Loading...

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ

“Waspadalah dengan buruk sangka karena buruk sangka adalah sejelek-jeleknya perkataan dusta.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada suami yang suka berburuk sangka kepada istrinya tentang keungan mereka. Misal uang berkurang suami langsung berbuurk sangka dan menuduh istrinya, padadahal uang tersebut habis digunakan untuk keperluan keluarga. Atau ketika ada uang hilang menuduh istrinya, padahal uangnya hanya terselip dilain tempat.

Suami juga sering curiga tentang perasaan cinta juga kesetiaan sang istri. Setiap sang istir menerima telepon ia malah menguping.

Malas Mencari Nafkah

Salah satu kewajiban suami adalah memberi nafkah, nafkah lahir dan batin, antaranya beruapa nafkah materi berupa tempat tinggal, pakaian dan makanan.

وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Mereka (istri-istri itu) berhak mendapatkan nafkah dan pakaian yang layak, yang menjadi tanggung jawab kalian (para suami)” (HR. Muslim)

Ketika suami malas untuk mencari nafkah maka ia sudah melakukan dosa kepada istrinya karena sudah meresahkan istrinya. Ketika keluarganya kekurangan uang ia dengan santai menyuruh istrinya minta kepada orang tuanya. Suami yang demikian membuat istri resah karena ia pun enggan bergantung kepada orang tuanya.

Pelit Memberi Nafkah

Sang suami sudah mencari nafkah bahkan ia sudah kaya namun ia sangat pelit untuk memberi nafkah kepada istrinya. Misa; memberi uang belanja diatur-atur, uang yang diberikan harus cukup padahal sebenarnya uang tersebut tidak cukup untuk kebutuhan keluarga.

Dulu seorang wanita mengadukan kepada Rasulullah ia menceritakan bahwa suaminya sangat pelit. Lantas ia bertanya kepada Rasulullah apakah boleh mengambil uang demi kebutuhan keluarga. Lantas Rasulullah mengijinkan untuk mengambil sesuai kebutuhannya.

Tidak Nemberikan Nafkah Biologis Kepada Istri

Ketika suami tidak memberikan nagkah biologis kepada istrinya tanpa ada udzur syar’i. Jika alasannya tidak ada udzur syar’i termassuk dosa sebab suami wajib memenuhi hak istri.

Atau ketika sang suami melakukan hubungan badan ia melakukan semau mereka, ketika sang suami merasa puas ia pergi begitu saja tanpa memuaskan sang istri.

Meremehkan Kedudukan Wanita

Ketika suami tidak menghargai istri, suka menghiraukan perkataan istri, tidak pernah melibatkan istri ketika mengambil keputusan. Karena sang sumi merasa bahwa kedudukan suami lebih tinggi dari pada istri.

Atau suka menghina istri di depan anak-anak, menyebut bodoh, tidak bisa mengatur rumah dan lain sebagainya.

Mengkhianati cinta istri

Menikah adalah sebuah komitmen suci untuk hidup bersama dan saling setia. Namun kita lihat akhir-akhir ini, berita tentang kasus pengkhianatan cinta semakin banyak. Mulai selingkuh, berzina, hingga yang terselubung dalam bentuk pacaran dengan wanita yang tidak halal baginya.

Suami selingkuh, dalam kasus ini, merupakan dosa yang paling meresahkan dibandingkan dengan suami berzina dengan pelacur. Sebab selingkuh bukan hanya sekedar berzina tetapi juga ada ikatan cinta dan hubungan emosional. Wajar jika istri sangat marah dan tersakiti sebab ia dikhianati dan diduakan dengan wanita yang tidak halal.

Meskipun demikian, bukan berarti zina di mata Allah dosanya ringan. Sangat berat. Sebab Allah Subhanhau wa Ta’ala bukan hanya melarang zina tetapi juga melarang mendekati zina.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’: 32)

Memukuli istri tanpa alasan

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Terburu-buru dalam urusan talak

Ada suami yang lisannya tidak terkendali. Ia sering mengucapkan sumpah untuk mencerai atau mengancam cerai. Berapa banyak keluarga yang ikatannya putus karena sumpah suami yang tergesa, sehingga istri pun tercerai. Tanpa disadari mereka masih hidup bersama dalam keharaman. Entah karena tidak memahami fikih perceraian atau karena fatwa orang bodoh yang tidak memahami fikih perceraian. Karena itu, meremehkan perkara cerai merupakan kekeliruan yang berbahaya dan berdampak besar.

Istri akan terguncang dan takut berbicara atau mengerjakan sesuatu yang akan mengakibatkan sang suami mengancamnya. Sang istri juga takut bila ternyata dia sudah tercerai padahal masih hidup bersama suaminya.

**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *