Meski Berijazah Sarjana, Kamu Tetep Harus Bangga Walau Hanya Jadi “Ibu Rumah Tangga”, Setelah Baca 3 Hal Berikut, Dijamin Kamu Tak Akan Lagi Merasa “Terhina”!

Meski Berijazah Sarjana, Kamu Tetep Harus Bangga Walau Hanya Jadi “Ibu Rumah Tangga”, Setelah Baca 3 Hal Berikut, Dijamin Kamu Tak Akan Lagi Merasa “Terhina”!

Posted on
Loading...

Untuk kamu yang bergelar sarjana dan telah memutuskan untuk menikah lalu dikaruniai seorang anak, tak perlu ragu dengan keputusan itu. Meski kadang-kadang ada saja omongan orang lain yang mengusik kebahagiaanmu, tetaplah tenang. Hidup dalam masyarakat memang harus siap dalam menghadapi banyak manusia dengan watak yang berbeda-beda.

Sebenarnya memang tidak setiap omongan orang harus kita pikirkan. Apalagi, menjadi ibu rumah tangga telah menjadi keputusanmu dengan suamimu. Tapi namanya manusia, apalagi perempuan, emak-emak pula, kadang omongannya bisa jadi lebih tajam dibandingkan pisau dapur. Benar nggak??

Loading...

Coba baca 3 hal ini pasti kalian tak akan merasa terhina, justru akan bangga:

1. Ibu yang Cerdas adalah Pembangun Generasi Berkuailtas.

Salah besar jika orang bilang ilmu yang kamu dapatkan di bangku sekolah itu sia-sia saat menjadi seorang ibu rumah tangga. Ibu memiliki peranan yang sangat penting bagi keluarga, terutama bagi anak, karena dari ibu-lah anak belajar tentang banyak hal untuk kali pertama.

2. Banyak momen berharga si kecil yang tidak akan terlewatkan.

Sebagai full time mom, sudah tentu hampir semua waktumu dihabiskan bersama si kecil. Melihat pertumbuhan dan perkembangan anak adalah hal yang luar biasa mengagumkan. Akan selalu ada banyak hal baru yang pasti akan membuat hatimu teramat bahagia, karena telah menjadi saksi tumbuh kembang dia.

Momen ketika pertama kali dia bisa merangkak, duduk sendiri, berjalan, mengucapkan satu kata baru, atau menyendok makanannya sendiri tentu akan menjadi momen yang sangat berharga.

3. Di balik kesuksesan seorang lelaki, pasti ada tangan seorang istri.

Istri yang cerdas tentu akan menjadikan rumah sebagai tempat ternyaman bagi suami dan anak-anaknya untuk pulang dan merasakan kehangatan. Seorang istri yang cerdas juga akan mampu menjadi teman diskusi, teman berdebat, bahkan juga bisa membantu mencarikan jalan keluar bagi masalah yang dihadapi keluarga.

Menjadi perempuan yang berperan menjadi seorang istri dan ibu bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan ketulusan, kerja keras dan kesabaran yang luar biasa, tak peduli itu lulusan SMA, Sarjana atau bahkan Magister sekalipun.

Nah bagaimana, apa masih merasa terhina menjadi ibu rumah tangga yang bergelar sarjana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *