Petik Pelajaran dari Israel, Ratusan Kasus Baru Corona Muncul Usai Sekolah Dibuka Lagi!

Petik Pelajaran dari Israel, Ratusan Kasus Baru Corona Muncul Usai Sekolah Dibuka Lagi!

Posted on
Loading...

Sejumlah negara tengah bingung untuk membuka kembali sekolah di masa new normal atau memperpanjang masa belajar di rumah. Isu yang dipertimbangkan adalah bahaya virus Covid-19 yang dapat menyebar di lingkungan sekolah.

Sebuah kabar terkini dari Israel bisa menjadi bahan pertimbangan. Para siswa sempat diizinkan kembali bersekolah, namun kini dirumahkan kembali dan sekolah kembali ditutup.

Loading...

Sekitar dua pekan yang lalu, pemerintah Israel telah mengizinkan para guru mengajar kembali siswanya di sekolah. Tentunya para siswa tetap diharuskan mengenakan masker, menjaga jarak fisik, dan tetap melakukan protokol pencegahan lainnya.

Meski begitu, kini pemerintah telah menginstruksikan pihak pengurus sekolah untuk merumahkan para siswanya dan menerapkan sistem belajar online lagi, jika ditemukan adanya kasus positif Covid-19 yang melibatkan seorang guru atau murid.

Kebijakan itu diumumkan pemerintah menyusul kemunculan setidaknya 160 kasus positif baru yang berasal dari sebuah sekolah di Israel. Puluhan kasus positif lainnya juga muncul di sejumlah sekolah, hingga kini dilaporkan setidaknya 330 guru terinfeksi Covid-19 akibat interaksi di sekolah.

Fenomena ini menjadi pukulan bagi pemerintah Israel yang dua minggu lalu, dalam semangat dan kegembiraan telah mengalahkan virus korona, mengangkat restriksi-restriksi terakhirnya. Dengan korban meninggal Covid-19 kurang dari 300 jumlahnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menyatakan kemenangan pada awal Mei atas pandemi dan minggu lalu mengatakan pada rakyatnya untuk pergi ke restoran dan “nikmati waktumu sendiri.”

Israel bahkan juga sempat dinyatakan sebagai negara teraman dari pandemi Covid-19 oleh Deep Knowledge Ventures (DKV) berkat kebijakan karantina masyarakat, monitoring dan deteksi virus, manajemen pemerintah dalam menangani wabah sangat efektif, serta punya kesiapan fasilitas dan tenaga medis yang baik. Selengkapnya dapat dibaca DI SINI.

Kini lebih dari 100 sekolah, termasuk 42 taman kanak-kanak telah ditutup tanpa batas waktu. Lebih dari 13.700 siswa dan guru kini menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing atas instruksi pemerintah. Netanyahu juga tengah mempertimbangkan untuk menerapkan kembali sejumlah restriksi guna mencegah gelombang baru Covid-19.

Meski muncul banyak klaster baru virus korona di sekolah-sekolah, Menteri Pendidikan Yoav Gallant enggan menutup semua fasilitas pendidikan karena menurutnya jumlah kasus masih sedikit dan melakukan itu bukanlah hal yang tepat.

Gallant juga menginstruksikan agar wisuda digelar oleh masing-masing kelas, melainkan upacara yang besar. Pihaknya pun tengah mengkaji jika orang tua diizinkan untuk menghadiri upacara tersebut.

Lain halnya dengan ibu kota Jakarta, Gubernur Anies Baswedan tak akan membuka sekolah hingga virus Covid-19 dapat dikendalikan. Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock pada hari ini bakal meluncurkan sebuah penelitian untuk mengetahui prevalensi dan penyebaran virus korona di antara anak-anak sekolah dan guru.

**
Sumber: today.line.me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *