Sedih, Saat Istri Sedang Hamil, Dokter Ini Harus Berjuang Tangani Pasien Virus Covid-19, Begini Curhatan Pilunya!

Sedih, Saat Istri Sedang Hamil, Dokter Ini Harus Berjuang Tangani Pasien Virus Covid-19, Begini Curhatan Pilunya!

Posted on
Loading...

Percaya atau tidak, kondisi yang kita alami di tengah pandemi coronavirus saat ini sudah hampir sama seperti apa yang telah dirasakan duluan oleh penduduk Wuhan, China. Khususnya para tenaga medis.

Saat ini, para tenaga medis sangat panik dan kewalahan dalam menangani pasien, yang terus bertambah dari hari ke hari

Loading...

Hal ini tidak hanya membuat mereka takut akan keselamatan diri sendiri, tapi juga keluarga di rumah. Seperti apa yang disampaikan oleh seorang Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan asal Lampung, dr. Achmad Gozali, MD, melalui postingan di Instagram.

Melalui unggahan foto dirinya yang mengenakan APD (alat perlindungan diri), dokter Gozali menuliskan curahan hati pilunya mengenai kekhawatirannya mengenai penyebaran virus tersebut kepada keluarga, terutama pada sang istri yang kini tengah mengandung buah hatinya.

Karena menyadari penyebaran COVID-19 begitu cepat, dokter Gozali pun lantas meminta dan berharap besar kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti imbauan pemerintah terkait social distancing, guna memutus rantai penularan COVID-19.

Baginya, tindakan itu sudah sangat membantu dan meringankan beban para petugas medis yang kini bekerja mati-matian merawat dan menyembuhkan pasien.

Lantas, berikut curhatan lengkapnya yang ditulis di laman Instagram pada Jumat (20/3/2020) yang lalu.

Betul nggak usah panik tapi bohong kalau nggak ada rasa takut terutama di kami para staf medis. Saya sebagai salah satu garda terdepan yang menghadapi COVID-19 (dengan sudah ada kasus positif di Lampung), yang sedikitnya saya rasakan:

  • Tiap pagi saya ketakutan membayangkan pasien apa yang bakal saya temuin hari ini
  • Gimana kalau saya ketularan
  • Gimana kalau saya nggak ketularan tapi saya jadi karier padahal istri saya lagi hamil di rumah dan kami sedang menantikan anak kami lahir di tengah pandemi ini
  • Sampai kapan ini semua berakhir

Dan masih banyak lagi

Saya sudah nggak bisa menghitung berapa kali saya cuci tangan dalam sejam. Apalagi kalau dalam sehari. Kalau kalian pikir kalian tahu apa yang kami rasakan, percayalah kalian nggak akan tahu.

Sama seperti waktu saya lihat video-video staf medis di Wuhan overhelmed sama keadaan ini, saya pikir saya sudah cukup tahu perasaan takut mereka.

Sampai saya merasakan sendiri. Sampai hari ini masih banyak pasien datang check up dengan riwayat dari luar kota.

Saya bilang gini bukan untuk nakutin, tapi untuk minta bantuan.

Dari hati saya yang paling dalam saya benar-benar minta bantuan:

  • Doakan kami para staf medis
  • Jangan pernah sentuh muka sebelum cuci tangan
  • Saya mohon mohon banget nggak usah keluar rumah dulu kalau nggak penting-penting banget, apalagi keluar kota. Demi membantu memutus rantai penularan.

Selama kalian melakukan itu semua beserta himbauan lain seperti self distancing, dan lain-lain, insyaAllah semua akan baik-baik saja.

Kalian nggak perlu merasakan apa yang kami rasakan tapi tolong bantu kami.

Tolong, hanya kepada Allah kita memohon perlindungan,”

**
Sumber: berkabar.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *