Tetap di Rumah Ketika Pandemi Corona Melanda Dapat Pahala Syahid, Benarkah?

Tetap di Rumah Ketika Pandemi Corona Melanda Dapat Pahala Syahid, Benarkah?

Posted on
Loading...

Masa sih, di rumah aja bisa dapat pahala syahid?

Kita sering mendengar bagi orang yang meninggal karena Covid-19, inshaallah akan diganjar mati syahid. Bukan hanya mereka tapi kita yang ikut tetap di rumah saja, mendapat pahala setimpal dengan mati syahid??

Loading...

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, hendaknya menilik dalil hadist yang menerangkan hal tersebut.

Dari Yahya bin Ya’mar, Aisyah radhiyallahu ‘anha mengabarkan kepadanya bahwa ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Ath-Tha’un (wabah yang menyebar dan mematikan), maka beliau menjawab,

كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ ، فَجَعَلَهُ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ ، مَا مِنْ عَبْدٍ يَكُونُ فِى بَلَدٍ يَكُونُ فِيهِ ، وَيَمْكُثُ فِيهِ ، لاَ يَخْرُجُ مِنَ الْبَلَدِ ، صَابِرًا مُحْتَسِبًا ، يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ يُصِيبُهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ ، إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ

“Itu adalah azab yang Allah turunkan pada siapa saja yang Allah kehendaki. Namun, Allah menjadikannya sebagai rahmat kepada orang beriman. Tidaklah seorang hamba ada di suatu negeri yang terjangkit wabah di dalamnya, lantas ia tetap di dalamnya, ia tidak keluar dari negeri tersebut lalu bersabar dan mengharapkan pahala dari Allah, ia tahu bahwa tidaklah wabah itu terkena melainkan dengan takdir Allah, maka ia akan mendapatkan pahala syahid.” (HR. Bukhari, no 6619).

Ibnu Hajar rahimahullah menerangkan bahwa yang dimaksud sebagai azab adalah untuk orang kafir dan ahli maksiat. Sedangkan wabah itu jadi rahmat bagi orang yang beriman.

Ibnu Hajar rahimahullah juga berkata,

كَمَا اِقْتَضَى مَنْطُوقه أَنَّ مَنْ اِتَّصَفَ بِالصِّفَاتِ الْمَذْكُورَة يَحْصُل لَهُ أَجْر الشَّهِيد وَإِنْ لَمْ يَمُتْ بِالطَّاعُونِ

Makna manthuq (tersurat) dari hadits ini adalah orang yang memiliki sifat yang disebut pada hadits tersebut akan mendapatkan pahala syahid walaupun tidak meninggal dunia karena wabah.

Ada riwayat lain yang menambahkan jika berdiam di rumah sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang ath-tha’un (wabah), kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan,

أَنَّهُ كَانَ عَذَاباً يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ فَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ فَلَيْسَ مِنْ رَجُلٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِى بَيْتِهِ صَابِراً مُحْتَسِباً يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ يُصِيبُهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ

“Wabah adalah azab yang Allah turunkan pada siapa saja yang Allah kehendaki. Namun, wabah itu dijadikan oleh Allah sebagai rahmat untuk orang beriman. Ketika terjadi wabah, siapa pun tinggal di dalam rumahnya dalam keadaan sabar, mengharap pahala dari Allah, ia tahu bahwa tidaklah wabah itu terkena melainkan dengan takdir Allah, maka ia akan mendapatkan pahala syahid.” (HR. Ahmad, 6:251).

  • Sehingga bagi Anda yang melakukan hal-hal ini akan mendapatkan ganjaran pahala syahid dari Allah, Insya Allah..
  • Tetap diam di rumah
  • Bersabar (menahan hati, lisan, dan anggota badan)
  • Mengharap pahala dari Allah
  • Wabah itu merupakan takdir Allah
  • Semoga kita terus bersabar dengan tetap berada di rumah aja hingga wabah ini benar-benar telah berakhir di Indonesia.

Semoga Allah karuniakan perlindungan pada kita semua.

**

Sumber : wajibbaca .com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *