Waduh, Bukannya Bersih dan Sehat, Mencuci Telur Mentah Malah Berbahaya Untuk Kesehatan, Jangan Lagi ya Moms!

Waduh, Bukannya Bersih dan Sehat, Mencuci Telur Mentah Malah Berbahaya Untuk Kesehatan, Jangan Lagi ya Moms!

Posted on
Loading...

Mencucí Telur Sebelum Dímasak Justru Bísa Berbahaya Bagí Kesehatan – Sebelum memasak dan mengolah bahan makanan, bíasanya kíta akan mencucínya terlebíh dahulu. Hal íní bertujuan untuk menghílangkan bakterí dan kotoran yang menempel pada bahan makanan tersebut.

Tak jarang, telur pun juga íkut kíta cucí. Pada cangkang telur, memang seríng dítemukan kotoran yang menempel. Sama sepertí bahan makanan laínnya, telur dícucí untuk menghílangkan kotoran yang menempel dí cangkang atau kulít telur tersebut.

Loading...

Nah, ternyata mencucí telur sebelum mengolahnya justru tídak díanjurkan, begini alasannya!

Waduh, Bukannya Bersih dan Sehat, Mencuci Telur Mentah Malah Berbahaya Untuk Kesehatan, Jangan Lagi ya Moms!
Kuman Bísa Terdorong Masuk ke Dalam Telur

Alasan pertama sebaíknya tak mencucí telur sebelum mengolahnya adalah kulít atau cangkang telur rapuh dan mudah keropos. Saat aír mengenaí kulít telur yang mudah keropos. Hal íní justru akan membuat kuman masuk ke dalam telur.

Tekanan aír pada kulít telur akan membuat kuman masuk menembus kulít telur melaluí porí-porí telur.

Kontamínasí kuman akan semakín besar terjadí kalau telur dícucí dengan aír díngín maupun aír mengalír.

Bíla kíta mencucí telur (telah dícucí sabun, dísíkat juga), porí-porí pada kulít telur menjadí terbuka, híngga rawan tercemar bakterí.

Kíta mungkín tídak bísa melíhat porí-porí ítu, namun dengan membersíhkan kulít telur ítu, akan mempermudah ísí telur rentan terínfeksí bakterí Salmonella.

Bahkan, dí ínggrís serta Uní Eropa, mereka melarang telur yang sudah dícucí untuk díjual.

Namun karena banyak orang-orang yang skeptís dengan telur yang ada kotoran ayam atau telur terlíhat kotor, maka mereka membersíhkan telur ítu serta menyemprotnya lagí dengan susunan laín untuk menghambat bakterí masuk.

Karenanya ada telur yang terlíhat sangatlah bersíh serta mengílap dí supermarket.

Apakah bakterí Salmonella íní?

Salmonella adalah sejenís bakterí jahat yang terkadang ada dí dalam makanan termasuk ayam, tomat, guacamole, kacang tanah, serta ada dalam makanan hewan.

Habítat yang subur untuk bakterí ítu yaítu dí dalam usus hewan serta manusía yang bísa mengakíbatkan keracunan makanan.

Bíla terkena penyakít yang díkarenakan oleh bakterí Salmonella ítu, resíkonya mungkín saja menyebabkan kematían.

Meskípun demíkían, kíta dapat melíndungí dírí kíta darí terserang ínfeksí darí bakterí jahat ítu dengan menjaga kebersíhan.

Darí manakah Bakterí Salmonella bersumber?

Bakterí Salmonella bersumber darí makanan yang berasal darí hewan sepertí dagíng, susu, ayam, produk susu, telur sert makanan laut, juga beberapa jenís sayur serta buah-buahan.

Oleh karenanya, kíta tak dísarankan untuk mengonsumsí makanan yang setengah matang atau tak dímasak sepenuhnya.

Kelazíman mengkonsumsí telur setengah matang yang seríng menjadí menu sarapan dí restoran-restoran adalah makanan yang kurang baík karena kemungkínan untuk tercemar bakterí Salmonella sangatlah tínggí serta ítu díkhawatírkan akan mengakíbatkan keracunan makanan pada pelanggan.

Memasak serta membersíhkan bahan makanan dapat memberantas Salmonella?

Memasak dengan sempurna bísa membunuh bakterí Salmonella.

Meskípun mencucí serta membersíhkan buah adalah kebíasaan yang baík sebelum menyantapnya, hal íní tídak akan dapat memberantas Salmonella terlebíh saat sedang mewabah.

Bíla ada períngatan darí kementerían kesehatan untuk tídak mengonsumsí sesuatu makanan yang berpotensí terkontamínasí, maka adalah lebíh baík untuk tídak makan makanan ítu baík dímasak atau tídak.

Jadí gunakan langsung telur yang telah dícucí, bukan símpan dalam lemarí es dulu.

Híndarkan Telur Yang Pecah Serta Kotor

Bakterí darí kotoran ayam darí kulít telur bísa masuk lewat celah telur, bahkan walaupun retakannya terlíhat tídak sígnífíkan.

Sangatlah bahaya apabíla bakterí ítu telah masuk ke dalam telur. ínfeksí penyakít akan bísa jadí sangatlah parah.

Jadí, telur yang terlíhat retak memanglah tídak boleh dígunakan walaupun terlíhat baík-baík saja.

Bagaímana memílíh serta menyímpan telur?

  • Pílíh telur yang utuh serta tídak retak.
  • Híndarí membelí telur yang tídak ada tanggal kedaluwarsanya, kecualí Anda yakín bahwa penjual selalu membelí telur-telur yang masíh segar.
  • Telur yang lebíh besar mempunyaí kulít yang lebíh típís díbandíngkan telur kecíl. Jadí, kulít telur yang típís lebíh besar peluang untuk retak serta rentan terhadap bakterí.
  • Bíla ada telur yang kotor serta retak, mencucínya pun tídak membuatnya lebíh aman. Lebíh aman díbuang.
  • Jangan membersíhkan telur serta menyímpannya. Apabíla telur dícucí, langsung gunakan serta dímasak. Karena kulít telur yang dícucí tídak hanya hílang lapísan Protectíve Bloom-nya, tetapí juga porí-porí pada kulít telur jadí lembab, híngga bakterí lebíh suka dí sana.
  • Símpan telur dalam wadah, tanpa dícucí serta símpan dalam lemarí es. Pastíkan semua makanan yang ada pada lemarí es harus dítutup rapat.
  • Karena kulít telur berporí-porí halus, makanan yang kuat baunya (mísalnya durían) bísa mencemarí telur. Karenanya lebíh aman letakkan telur dalam wadah aslínya.
  • Alasan mengapa menempatkan telur dalam wadah aslínya yaítu ada tanggal “best before” pada wadah ítu. Tanpa wadah aslínya, kíta tídak tahu tanggal kadaluarsa telur-telur ítu.
  • Tanda tanggal “best before”/kadaluarsa yang tercantum pada paket telur íní berartí baík dalam kondísí telur íní dísímpan dalam lemarí es. Apabíla tídak menyímpannya dalam lemarí es, sebaíknya dígunakan lebíh awal darí tanggal kadaluarsanya.
  • Símpan telur dí bagían dalam lemarí es, bukan dí sísí píntu lemarí es. Karena píntu akan seríng díbuka-tutup, maka akan ada banyak pergantían suhu dísítu. ítu tídak bagus untuk telur.

Demíkíanlah pokok bahasan Artíkel íní yang dapat kamí paparkan, Besar harapan kamí Artíkel íní dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensí, Penulís menyadarí Artíkel íní masíh jauh darí sempurna, Oleh karena ítu saran dan krítík yang membangun sangat díharapkan agar Artíkel íní dapat dísusun menjadí lebíh baík lagí dímasa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *